3 Cara Membulatkan Angka di Excel dan Contohnya

Untuk menyederhanakan sebuah hasil pengoperasian data biasanya dilakukan langkah pembulatan dari angka desimal. Pembulatan ini bisa juga dilakukan ketika sedang mengolah data di dalam Excel. Dengan memahami cara membulatkan angka di Excel, maka hasilnya jadi lebih rapi dan bagus.

Selain itu pembulatan juga akan membuat proses penghitungan selanjutnya menjadi sederhana dan tidak begitu membuat pusing. Berbeda ketika hasilnya tetap desimal, maka penghitungan-penghitungan setelahnya tetap ada komanya.

Cara Membulatkan Angka Di Excel

Penjelasan yang sederhana, pembulatan angka adalah mengubah hasil operasi penghitungan jadi tanpa ada koma. Sementara itu pengertian lainnya adalah mengurangi hasil bilangan perhitungan matematika  dengan melakukan pembulatan digit angka.

Angka yang dibulatkan itu berada di sisi kanan dari koma dan menjadi angka nol. Memang salah satu dampak ketika melakukan proses pembulatan ini adalah hasil jadi tidak akurat dan bisa lebih sedikit. Tapi dalam keadaan khusus, pembulatan ini sangat penting sekali.

Karena bisa mempermudah proses penggunaan data untuk tahapan berikutnya. Ketika data tetap dalam bentuk desimal, maka proses penghitungan berikutnya bisa cukup rumit. Contoh pembulatan ini adalah seperti angka 1.234, maka dibulatkan bisa ke 1.200, atau ke 1.230.

Tergantung pembulatannya ke angka ribuan, ratusan atau puluhan. Dalam keadaan manual, tanpa menggunakan rumus Excel, pembulatan memiliki beberapa aturan.

  • Pertama jika angka di kanan koma adalah 5 sampai 9, maka hasil pembulatannya adalah +1.
  • Kedua jika angka itu mulai 0 sampai dengan 4, maka hasilnya angka di kiri koma jadi tetap atau tidak diubah.
  • Ketiga setelah proses pembulatan, maka semua angka di kanan tanda koma jadi nol karena disederhanakan untuk memudahkan proses penghitungan berikutnya.

Di dalam aplikasi Excel, pembulatan angka bisa dilakukan secara otomatis dengan menggunakan rumus khusus. Ada tiga rumus fungsi cara membulatkan angka di Excel yang bisa digunakan yaitu ROUND, ROUNDUP dan terakhir ROUNDDOWN. Berikut penjelasan dan cara menggunakannya:

1. Fungsi ROUND

Fungsi ROUND

Fungsi pertama yang bisa membantu membulatkan data termasuk hasil operasi matematika di dalam Excel adalah ROUND. Penggunaan fungsi ini akan menghasilkan pembulatan angka desimal menuju jumlah digit yang diinginkan.

ROUND bekerja dengan aturan ketika angka di belakang koma adalah sama dengan 5 atau lebih dari 5, maka pembulatan ke atas. Lalu jika data di bawah 5 maka pembulatan ke bawah. Fungsinya bisa dituliskan dalam “=ROUND(angkadataatausel; jumlahdigitsetelahkoma)”.

Contoh cara penggunaannya ada sebuah data dengan isi angka 15,231290. Ketika menuliskan jumlahdigitsetelahkoma dengan angka 2, hasil pembulatannya adalah 15,23. Kalau diganti ke 4 jadinya 15,2312. Jika isinya 0, maka tidak ada koma atau hasilnya 15.

Lalu kalau diubah lagi ke angka negatif atau di bawah 0, maka yang dibulatkan angka sebelah kiri koma. Misalnya desimal 14351,29084. Jika menggunakan angka -1, hasilnya adalah 14350. Kemudian jika diubah ke angka -3, hasilnya 14000.

Bisa juga dengan menuliskan nama selnya saja dengan bentuk seperti ini “=ROUND(namasel;jumlahdigitsetelahkoma)”. Misalnya “=ROUND(A4;2)”.

Pelajari juga :

Rumus Terbilang Excel dan Cara Menggunakannya

Rumus Pembagian Excel dan Cara Menggunakannya

2. Fungsi ROUNDUP

Fungsi ROUNDUP

Cara membulatkan angka di Excel juga bisa dilakukan menggunakan fungsi yang bernama ROUNDUP. Jadi tujuan penggunaan fungsi ini adalah untuk bisa melakukan pembulatan data berupa angka desimal ke arah atas menuju digit tertentu.

Ketika fungsi dijalankan, maka angka di sisi kanan koma akan dibulatkan lebih besar dari 0. Cara penulisan rumusnya juga tidak beda jauh yaitu berupa “=ROUNDUP(angkadata; jumlahdigitsetelahkoma)”.

Cara penggunaannya sama seperti pada fungsi ROUND dengan menggunakan rumus fungsi di atas. Contohnya data isinya 19,7384. Ketika dimasukkan ke dalam fungsi jadinya “=ROUNDUP(19,7384;2)”, hasilnya adalah 19,74.

Kalau angka jumlahdigitsetelahkoma diganti ke 1, hasilnya 19,8 dan jika 0, maka hasilnya 20. Kemudian jika angkanya diubah ke negatif, pembulatan dilakukan pada bilangan yang ada di kiri koma.

3. Fungsi ROUNDDOWN

Fungsi ROUNDDOWN

Lawan dari fungsi ROUNDUP adalah ROUNDDOWN yang memiliki tujuan membulatkan bilangan desimal menuju ke bawah atau lebih kecil. Jadi pembulatan akan berusaha untuk mengubah angka jadi lebih dekat ke 0.

Penulisan fungsinya dengan “=ROUNDDOWN(angkadata;jumlahdigitsetelahkoma)”. Jadi berapa saja angkanya, akan dijadikan nol. Contohnya 1567,22 menggunakan -2, maka hasilnya adalah 1500. Kalau diganti -3 hasilnya 1000.

Cara membulatkan angka di Excel bisa dilakukan dengan sangat mudah sekali. Tinggal menyesuaikan bagaimana model pembulatan yang diinginkan. Bisa memilih pembulatan biasa, pembulatan ke angka yang lebih besar atau ke angka yang lebih kecil.

Pelajari juga :

Tinggalkan komentar