Fungsi IFERROR Excel dan Contoh Penggunaannya

Selama ini para pengguna Microsoft Excel pemula mungkin hanya tahu rumus IF. Padahal di dalamnya ada satu rumus yang tidak kalah penting yaitu IFERROR. Memang fungsi IFERROR Excel dan contoh penggunaannya ini cukup jarang ditemukan.

Namun tidak ada salahnya untuk mencoba mempelajarinya secara dasar. Sehingga bisa memanfaatkan fungsi rumus ini jika menang dibutuhkan secara mendadak.

Fungsi IFERROR Excel dan Contoh Penggunaannya

Kalau jarang menggunakan aplikasi Microsoft Excel atau hanya terbatas mengoperasikan fungsi tertentu, mungkin cukup asing dengan nama IFERROR. Hanya pengelolaan dan pengolahan data profesional yang biasa menggunakan fungsi ini.

Tapi mulai sekarang usahakan untuk mempelajari fungsi ini. Walaupun tampak sederhana dan tidak akan memberikan hasil penilaian yang penting, tapi fungsi ini tetap berguna untuk mempermudah proses analisa data.

Pengertian IFERROR

Pengertian IFERROR

IF merupakan salah satu rumus di dalam Excel yang penggunaannya sudah sangat umum sekali. Bahkan sejak bangku sekolah, fungsi IF ini yang paling awal diajarkan bersama beberapa rumus logika maupun penjumlahan sederhana lainnya.

Sementara itu walaupun IF sudah sangat umum digunakan, banyak orang yang tidak tahu fungsi pendukung IF yang bernama IFERROR. Padahal fungsi ini akan membuat hasil pengolahan data dengan IF menjadi lebih maksimal dan membantu.

Perlu diketahui fungsi IFERROR Excel  ini merupakan cara untuk bisa menyembunyikan hasil nilai berupa error pada sebuah rumus Excel.

Bahkan ternyata juga tidak hanya terbatas pada hasil nilai fungsi IF saja, tapi bisa juga dikombinasikan dengan VLOOKUP dan lain-lain. Sangat sering sekali ketika melakukan pengolahan data, hasil yang ditampilkan adalah error atau #N/A.

Tentu jika hasilnya dibiarkan begitu saja, akan membuat proses penganalisisan dan pembacaan data jadi kurang nyaman. Oleh karena itu fungsi IFERROR akan membantu menyembunyikan hasil nilai tidak diketahui tersebut.

Penggunaan fungsi IFERROR ini sebenarnya juga sangat mudah sekali. Terlebih lagi kalau sudah paham penggunaan IF secara bertingkat atau dengan pencabangan lainnya.

Contoh Penggunaan IFERROR

Fungsi IFERROR juga sangat mudah sekali digunakan. Berbeda jauh dari fungsi lain yang biasanya akan membuat bingung. Cukup dengan menuliskan fungsi =IFERROR(value;value_if_error).

Di dalam fungsi itu, value merupakan nilai yang akan mengalami proses pengujian. Nilai itu nantikan akan menghasilkan proses uji berupa pesan error atau pesan berhasil.

Kemudian value_if_error adalah langkah yang dilakukan saat value atau rumus menghasilkan pesan error. Dalam penulisannya, bisa juga dengan menambahkan tanda kutip dua atas pada value_if_error dan menjadi =IFERROR(value;”value_if_error”).

Tujuannya untuk bisa menyembunyikan pesan error atau kesalahan pada sebuah rumus yang diujikan.

A B C D E F
1 NO NAMA TARGET PENJUALAN TARGET%
2 1 JONO 5.000.000 4.000.000 80% =D2/C2
3 2 DIKA 2.000.000 #DIV/0! =D3/C3
4 3 ARIF 3.000.000 0% =IFERROR(D4/C4:0)
5
6

Data di atas adalah penggambaran bagaimana performa para salesman. Jika diperhatikan fungsi IFERROR mungkin akan sulit untuk dipahami. Namun sebenarnya ada beberapa hal yang bisa dinilai dari penggunaan IFERROR tersebut.

  • JONO E2: Pada kisaran ini rumus yang bisa diaplikasikan adalah =D2/C2. Penggunaan rumus ini dikarenakan proses penghitungannya bisa dilakukan dengan cepat dan mudah.

Sehingga bisa langsung muncul hasil dalam bentuk persen. Tanpa menggunakan fungsi IFERROR hasil akan tetap tanpa ada masalah atau normal.

Tapi jika memang ingin menggunakan fungsi IFERROR, maka hasil akhirnya juga tidak berbeda yaitu pada 80%.

  • DIKA E3: Untuk range penghitungan yang ini, terjadi kesalahan pada hasil akhirnya. Penyebabnya adalah kolom target penghitungan tidak ada isinya atau diisi dengan angka berbentuk 0.

Oleh karena itu fungsi tidak bisa dijalankan. Hasilnya akan muncul #DIV/0!. Sehingga jalan keluarnya adalah dengan menggunakan fungsi IFERROR.

  • ARIF E4: Jika diamati dengan seksama, data yang ada pada DIKA E3 dan ARIF E4 sebenarnya hampir sama yaitu kolom C kosong tidak ada angkanya.

Jika ARIF E4 ini juga menggunakan rumus fungsi seperti DIKA E3, maka bisa saja hasilnya juga akan error. Solusinya seperti yang ditampilkan pada tabel, yaitu menuliskan dengan rumus =IFERROR(D4/C4:0).

Sehingga hasil akhirnya akan dituliskan 0%, bukan #DIV/0!.

Fungsi IFERROR Excel bisa dikatakan termasuk rumus yang cukup jarang ditemukan. Namun keberadaan fungsi ini juga cukup penting. Agar pengelolaan data bisa lebih rapi dan keterangan yang ditampilkan bisa jelas.

Pelajari juga : Fungsi SUMIF Excel dan Contoh Penggunaannya.

Tinggalkan komentar