Gradasi Warna: Pengertian, Fungsi dan Tekniknya

Bagi seorang yang bekerja di bidang desain grafis, istilah gradasi warna bukanlah istilah yang asing. Bahkan di hampir setiap desain yang dibuat, pewarnaan menggunakan teknik gradasi cukup sering ditemui. Pada artikel kali ini, kita akan membahas pengertian, fungsi dan tekniknya.

Jika selama ini Anda sering mendengar istilahnya tetapi masih belum sepenuhnya memahami arti dari istilah tersebut, maka sebaiknya Anda membaca artikel ini sampai akhir. Di sini akan dijelaskan pembahasannya lengkap.

Pengertian Gradasi Warna dan Fungsinya

Gradasi warna adalah salah satu teknik pewarnaan yang sering digunakan dalam dunia desain, sehingga penting untuk dipahami bagi siapa saja yang ingin mendalami kemampuan desain. Untuk dapat memahaminya, silakan simak pembahasan berikut ini.

1. Pengertian

Pengertian Gradasi Warna

Jika menilik makna katanya, secara umum gradasi memiliki arti sebagai bentuk peningkatan atau peralihan dari satu posisi ke posisi lainnya. Dengan begitu, bisa diartikan sebagai suatu peralihan dari satu warna ke warna lainnya secara bertahap atau berurutan.

Misalkan terdapat peralihan warna dari merah ke kuning, maka penerapan gradasi warna tidak hanya memperlihatkan warna merah dan kuning saja. Jika digambarkan dalam beberapa bagan perubahan, maka secara perlahan warna merah akan memudar dan berganti menjadi kuning.

Pola warna merah yang memudar dan berganti menjadi merah kekuningan, oranye, kuning kemerahan, hingga benar-benar menjadi kuning adalah bentuk gradasi. Begitu juga untuk warna-warna lainnya.

2. Fungsi

Fungsi Gradasi Warna

Fungsi dari penerapan gradasi warna adalah untuk menggabungkan beberapa unsur perubahan warna agar menjadi kesatuan warna yang menarik. Sehingga saat warna-warna tersebut disejajarkan tidak terlihat kontras atau terlihat jauh berbeda.

Penerapan pola ini juga akan membantu otak dari kebingungan. Bayangkan saja jika terdapat banyak warna yang tidak tersusun secara beraturan (acak), tentu saja hal itu akan membuatnya tidak menarik dan tidak terlihat sebagai perubahan warna yang baik.

Oleh karena itu, perubahan warna harus tersusun secara bertahap dan berurutan dari gelap ke terang atau sebaliknya. Hal ini akan dijelaskan dalam teknik pembuatannya pada pembahasan berikut ini.

Teknik Pembuatan Gradasi Warna

Ada 2 teknik pembuatan yang bisa diterapkan. Kedua cara ini adalah teknik gradasi dari gelap ke terang dan teknik dari terang ke gelap. Kedua teknik tersebut akan dijelaskan pada pembahasan berikut ini:

1. Teknik Gradasi dari Gelap ke Terang

Teknik perubahan warna dari Gelap ke Terang

Teknik gradasi warna yang pertama adalah dengan pola perubahan dari warna gelap ke warna terang. Anda bisa memulainya dengan menggunakan warna-warna gelap seperti hitam, coklat biru tua, hijau tua, dll. Setelah itu perlahan timpa warna-warna tersebut dengan warna yang lebih terang.

Lakukan terus hingga ke warna akhir yang terang. Semakin banyak tahapan perubahan warna yang dibuat, maka semakin halus pola gradasi yang akan dihasilkan. Usahakan terdapat minimal 7 tahapan perubahan warna agar hasilnya lebih terlihat natural dan halus.

2. Teknik Gradasi dari Terang ke Gelap

Teknik perubahan warna dari Terang ke Gelap

Teknik kedua adalah kebalikan dari teknik yang pertama, yaitu teknik perubahan dari warna terang ke warna gelap. Pola pembuatannya juga hampir sama, yaitu dengan menggoreskan warna-warna terang terlebih dahulu, kemudian perlahan timpa dengan warna yang lebih gelap.

Lakukan sampai 7 tahapan perubahan warna hingga mencapai warna akhir yang gelap. Dengan begitu, efek gradasi yang terbentuk akan terlihat rapi dan halus. 

Dari penjelasan tentang gradasi warna (pengertian, fungsi, teknik) di atas, dapat kita simpulkan bahwa gradasi warna adalah salah satu bentuk pembuatan warna yang menerapkan pola perubahan warna secara bertahap. Anda juga bisa membuatnya dengan menerapkan kedua teknik di atas.

Baca Juga:

Tinggalkan komentar