Pengertian Linux dan Informasi Lengkapnya

Mobil listrik, smartphone, sampai pesawat terbang milik NASA — Linux adalah sistem operasi yang digunakan banyak bidang — bukan hanya teknologi semata, pesawat milik SpaceX, Falcon 9 yang dalam misi menuju Mars, juga menggunakannya.

Data dari November 2020 menyebutkan, 500 superkomputer yang ada di seluruh dunia, 100% menggunakan sistem operasi Linux!

Nggak heran kalau Linux mendapat gelar: OS paling aman, dapat diandalkan, bebas bug + secure and worry-free operating system.

Artikel ini menjawab semua informasi terbaru tentang Linux yang perlu Anda tahu. Mulai dari pengertian Linux, fungsi, fakta unik, sejarah, kelebihan, dan kekurangannya.

Apa itu Linux?

Apa Itu Linux

Linux adalah sistem operasi layaknya Windows, MacOS, Android, iOs. Arti sistem operasi: software yang tugasnya mengelola hardware komputer.

Ada tujuh bagian di OS ini, yakni:

1. Bootloader

Berperan pada proses booting (menyalakan dan mematikan) komputer. Bootloader terlihat oleh Anda saat proses menyalakan komputer/laptop.

2. Kernel

Inti, mengirim perintah, mengelola CPU, memori, dan seluruh perangkat yang terhubung, semuanya diatur oleh kernel. Sekali lagi, kernel adalah inti.

3. Init System

Sub-system Linux pengendali daemon.

4. Daemon (computing)

Proses di latar belakang (pengguna tidak bisa melihatnya) — daemon berjalan ketika pengguna menghidupkan laptop/komputer hingga desktop.

5. Graphical Server

Sub-system yang tugasnya menampilkan gambar/grafis — disebut juga dengan X server/Y server.

6. Desktop Environment

Bagian yang terlihat dan bisa diatur/dimodifikasi pengguna. GNOME, Cinnamon, Mate, Pantheon, Enlightenment, KDE, Xfce, adalah DE yang bebas dipilih pengguna.

7. Application

Sama seperti MacOS, iOs, dan Windows, Anda bisa mengunduh aplikasi untuk Linux di tempat khusus yang disediakan oleh distro (setiap distribusi punya sumber berbeda).

Ketujuh bagian OS Linux di atas saling berkaitan — tidak bisa dipisahkan.

Open Source Internet (The Bazaar Model) Pertama

Open source, berarti: Anda bebas untuk (1) menggunakan (2) mempelajari dan memodifikasi (3) duplikasi dan membagikan (4) modifikasi dan menjual ke publik.

Linux digratiskan di bawah lisensi GNU General Public License (GPL).
Sejatinya, OS Linux alternatif dari sistem operasi MINIX, yang merupakan Unix-like OS.

Catatan: Ide The Bazaar Model lahir setelah Eric S. Raymond menulis esai yang membahas observasinya terhadap perkembangan kernel Linux.

Dukungan Komunitas Linux

Dukungan Komunitas Linux

Kebanyakan komunitas Linux diisi oleh hobbyist developers. Mereka adalah kumpulan individu yang semangat membantu pengembangan tanpa pamrih.

Hal ini dibuktikan dengan keterbukaan kernel Linux yang — sama sekali — tidak dirahasiakan. Semua orang yang ingin berkontribusi, atau sekadar mengecek perkembangan Linux dapat melihat di milis terbuka.

Dari awal berdiri hingga kini, prinsip keterbukaan dan kemajuan bersama tetap dilakukan. Tahun 2017 tercatat 15.637 pengembang dari 1.513 perusahaan aktif berkontribusi.

Dibangun bersama adalah contoh Linux bukan OS rendahan. Ekosistem Linux rapih terjaga — API, arsitektur jaringan, dan pusat data Linux modern tanpa celah.

Kegunaan dan Fungsi

Awalnya, fokus pembuatannya lebih bertumpu pada pembuatan infrastruktur dan data.

Seiring waktu berjalan, potensinya terbuka — ditambah sokongan para developer yang selalu membantu dan memberi masukan, OS Linux terus melangkah maju.

Teknologi yang terbantu karena Linux, di antaranya:

  • Kubernetes: di desain oleh Google, sekarang dikelola oleh Cloud Native Computing Foundation.
  • OpenStack: milik Rackspace Technology.
  • OpenDaylight: milik Linux Foundation.
  • Docker: Aplikasi PaaS (Platform as a Services)
  • Open vSwitch (OVS): Open-source software.
  • Google Drive: Penyimpanan awan (Google LLC).
  • Dropbox: Penyimpanan awan (Dropbox & Moovly).
  • Thunderbird: Email platform (Mozilla).

Bicara tentang teknologi, jangan lupakan ponsel pintar Android. Di tahun 2018, Android mendominasi pasar smartphone hingga 75.16%.

Hubungannya dengan Linux?

Ya.. karena Android dikembangkan pada versi kernel Linux yang dimodifikasi. Dari data ini, sah kalau dikatakan: 4 dari 5 ponsel pintar, dijalankan dengan Linux.

Distribusi Linux

Tidak ada vendor yang memperjual-belikan OS Linux (karena source code digratiskan).

Komponen Linux akan dijadikan sebuah “paket” untuk didistribusikan — sebutannya: Distro Linux.

Siapapun dapat membuat Linux Distro tanpa pengecualian. 6 distro Linux dan popularitasnya di dunia:

  • Red Hat: paling populer di Bangladesh dan Nepal.
  • SuSE: paling populer di Rusia dan Ceko.
  • Ubuntu: paling populer di Italia dan Kuba.
  • Debian: paling populer di Kuba.
  • Slackware: paling populer di Bulgaria dan Indonesia.
  • Fedora: paling populer di Sri Lanka dan Bangladesh.

Distro di atas juga merupakan contoh sistem operasi Linux. Tambahan: Indonesia menempati urutan kelima sebagai negara dengan distribusi distro terbanyak — berdasarkan Pingdom.

Artinya: pengguna Linux di Indonesia sangat banyak, tidak kalah dari negara lain

Kelebihannya

1. Tanpa Biaya Sama Sekali, Gratis!

Tidak perlu membeli lisensi apapun untuk menggunakan Linux.

2. Newbie Friendly

Semakin banyak pengguna normal; bukan hanya programmer yang menggunakan Linux.

Di Indonesia sendiri, pengguna OS ini sangat banyak (urutan kelima setelah India, Cuba Russia, dan Ceko)

3. Aman Dari Serangan Siber

Keamanan Linux terlihat dari “rajinnya” developer melakukan update setiap kali ada masalah.

Selain itu, sudah banyak pemerintahan dunia (China, Turki, Russia, Venezuela, Austrian, bahkan Amerika) yang menggunakan.

4. Performa Lebih Cepat Dibanding OS Lain

Performa Linux yang cepat akan Anda rasakan ketika proses instalasi dan booting. OS Linux sendiri memang terkenal enteng dan tidak memerlukan hardware “sakti” untuk digunakan.

5. Banyak Pilihan Distro

Distro Linux sangat bervariasi — pengguna dapat menyesuaikan sendiri sesuai dengan karakteristik individu dan tujuan pemakaian.

Catatan: perubahan yang terlihat pada setiap distro adalah tampilannya (desktop environment), aplikasi bawaan, dan aplikasi tambahan.

6. Cocok Untuk Programmer

Punya terminal (command line) bawaan yang powerful, kaya fitur, dan kemampuan scripting lebih baik dibanding OS lain, sehingga cocok untuk engineer.

7. Komunitas Besar

Setiap distro punya forum khusus atau kanal di sosial media seperti grup Facebook: Ubuntu Indonesia, Kali Linux Indonesia, Linux Mint Indonesia, dan lainnya.

Kekurangannya

1. Aplikasi Sedikit

Aplikasi populer yang berjalan di Windows dan MacOS belum tentu bisa berjalan di Linux. Keterbatasan aplikasi menjadi salah satu kekurang terbesar Linux.

Banyak pengembang aplikasi memilih untuk tidak melakukan porting aplikasi buatannya agar bisa berjalan di Linux — alasannya: penggunanya tidak sebanyak Windows dan MacOS.

2. Malfungsi Hardware

Sama seperti aplikasi, perangkat keras yang berfungsi pada MacOS dan Windows belum tentu dapat berjalan di Linux.

Semisal Anda menggunakan keyboard, mouse, atau earphone tertentu yang membutuhkan driver, bisa jadi ada kendala ketika menggunakan sistem operasi Linux.

3. Database Games Sedikit

Statista melaporkan, saat ini game yang ada di Steam dan bisa dimainkan lewat Linux berjumlah 4080 (data tahun 2018).

Dibandingkan dengan total ketersediaan game di steam tahun 2021 yang berjumlah 23.000 lebih, ketersediaan game untuk Linux di Steam sangat sedikit.

Mayoritas pengembang game memang tidak membuat Linux sebagai sistem operasi utama untuk memainkan gamenya.

Kalaupun ada pengembang yang membuat game untuk Linux, tentu kualitasnya akan kalah dengan OS lain karena keterbatasan software/hardware.

Setelah membahas kelebihan dan kekurangannya, bahasan selanjutnya adalah: sejarah Linux.

Sejarah Linux

Sejarah Linux

Saat menjadi mahasiswa di Universitas Helsinki, Torvalds mengembangkan Linux dengan tujuan membuat sistem mirip MINIX, sistem operasi Unix-like yang waktu itu populer.

Sejarah Linux lahir dari ketidakpuasan Torvalds dengan komputernya (PC) yang menggunakan sistem operasi MS-DOS (milik Microsoft). Torvalds lebih menyukai komputer dengan OS Unix.

Beliau memutuskan untuk membuat versi Unix berbasis PC-nya sendiri. Ia menulis pesan di internet tentang apa yang sedang ia kerjakan.

Pembuatan Linux memang terinspirasi dari sistem operasi Unix, bahkan Linux memiliki “nuansa” Unix — tapi, Linux tidak menggunakan source code Unix — sama sekali.

September 1991, bersama Free Software Foundation (FSF), Linus Torvalds merilis kernel buatannya — versi 0.01.

Kemudian kernel ini digabung dengan proyek GNU dan terbentuk dengan nama: GNU/Linux — Linux.

Pertumbuhan Linux di Tahun 1990-an

Linux berkembang pesat berkat para pengembang hobbyist developers.
Individu maupun organisasi berlomba-lomba mengembangkan Linux bersamaan dengan semangat keterbukaan.

Linux menjelma sebagai sistem operasi yang efisien, dapat diandalkan, bebas bug. Linux juga kerap digabung dengan Apache dan web server open source.

Distribusi populer Linux juga dikembangkan sepanjang tahun 1990-an, , yakni: Slackware, Red Hat, Linux Debian (dirilis 1993 — distro Linux tertua ).

Fakta Linus Torvalds

Fakta Linus Torvalds

Di industri teknologi, nama Linus Torvalds sejajar dengan Bill Gates dan Steve Jobs. Tiga sosok yang mengubah industri tekno — untuk selamanya.

  • Lahir Desember 28 1969, Torvalds zodiaknya Capricorn!
  • Menulis 100 persen source code Linux versi pertama.
  • Masuk daftar inovator berumur di bawah 35 tahun versi MIT.
  • Ditawari pekerjaan oleh Steve Jobs bergabung ke Apple tahun 2001, Torvalds menolak.
  • Harta kekayaan sebanyak $150 juta — pendapatan tahunan sebanyak $10 juta.
  • Membuat Git version control di tahun 2005.
  • Pernah ikut pelatihan militer — pangkatnya letnan dua!

Maskot Linux

Maskot Linux adalah Penguin yang sedang duduk ini bernama Tux.

Dibuat oleh Larry Ewing di tahun 1996. Filosofi Tux: (T)orvalds (U)ni(X) — ada juga yang menyebut, Tux adalah kependekan dari Tuxedo.

Asal Muasal Nama Linux

Freax adalah nama awal proyek ini. Ari Lemmke, kolega Torvalds di Universitas Helsinki berpikir Freax bukanlah nama yang cocok.

Tanpa seijin Linus, Ari Lemmke yang waktu itu adalah relawan administrator FTP mengubah nama Freax menjadi Linux.

Awalnya Torvalds tidak setuju — beliau beranggapan, menamai ciptaannya dengan namanya sendiri terkesan egois. Tapi pada akhirnya, ia menyetujui nama Linux, dan dipakai sampai saat ini.

Penutup

Linux bagian dari “Holy Trinity of global operating systems”, menemani Windows dan MacOS. Sistem operasi Linux adalah contoh: untuk sukses di dunia pengembangan software, open source adalah jalur potensial.

Tinggalkan komentar