Pengertian Brainstorming, Tujuan, Jenis dan Penggunaannya

Manusia dikaruniai dengan akal pikiran sehingga mereka memiliki gagasan atau ide untuk melakukan sesuatu dan menyelesaikan masalah. Akan tetapi, gagasan ini tidak selalu muncul dengan mudah dan manusia harus melakukan brainstorming. Secara singkat, brainstorming adalah curah pendapat.

Definisi Brainstorming

Definisi Brainstorming

Brainstorming adalah teknik kreativitas yang mengusahakan penyelesaian masalah dengan cara mengumpulkan gagasan secara spontan dalam sebuah pertemuan kelompok.

Brainstorming bukanlah hal baru dalam peradaban manusia. Teknik ini sudah dilakukan sejak tahun 1950-an dan dicetuskan oleh Alex Osborn.

Pencetus metode curah pendapat ini beranggapan bahwa penggalian gagasan secara spontan yang dilakukan secara  bersama-sama lebih baik daripada penggalian gagasan yang dilakukan oleh satu individu.

Dalam praktik brainstorming, peserta diskusi memiliki kebebasan untuk mengemukakan pendapatnya. Semua gagasan dari para peserta akan ditampung tanpa dikritik dan dinilai terlebih dahulu. Proses brainstorming harus dilakukan berdasarkan beberapa prinsip, contohnya:

  1. Para peserta dianjurkan untuk menyampaikan ide yang berbeda-beda secara bebas.
  2. Kritik tidak diperbolehkan.
  3. Fokus pada kuantitas.
  4. Penggabungan dan penyempurnaan ide dicari.

Dengan demikian, setelah setiap peserta mencurahkan gagasannya, mereka harus menyempurnakan gagasan yang telah ditampung. Sehingga, terciptalah ide yang lebih baik untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi.

Tujuan Brainstorming

1. Mempermudah Proses Analisis Masalah

Mempermudah Proses Analisis Masalah

Metode brainstorming dapat membantu para peserta diskusi untuk menganalisis semua permasalahan yang sedang mereka hadapi. Proses curah pendapat ini juga membantu peserta menganalisis situasi yang sedang mereka hadapi.

2. Mempermudah Proses Identifikasi Masalah

Mempermudah Proses Identifikasi Masalah

Brainstorming merupakan metode yang efektif untuk mengetahui akar dari suatu permasalahan. Karena setiap peserta diskusi memiliki sudut pandang yang berbeda-beda, maka proses identifikasi masalah dapat berjalan dengan mudah dan akar masalah cepat ditemukan.

3. Mempermudah Pengumpulan Ide

Mempermudah Pengumpulan Ide

Melalui proses brainstorming, para peserta diskusi dapat mengumpulkan ide atau gagasan dengan cepat. Selain itu, karena mereka dapat mengemukakan ide secara kreatif dan bebas kritik, maka ide-ide solutif kemungkinan besar akan diperoleh.

4. Memperoleh Solusi untuk Memecahkan Masalah

Memperoleh Solusi untuk Memecahkan Masalah

Dengan dilakukannya proses brainstorming, para peserta diskusi dapat menganalisis gagasan-gagasan yang telah terkumpul dan menemukan gagasan atau solusi terbaik untuk memecahkan masalah yang sedang dihadapi.

Jenis Brainstorming

Metode brainstorming yang dicetuskan oleh Alex Osborn sebenarnya merupakan proses yang sejatinya dilakukan oleh suatu tim atau kelompok yang difasilitasi oleh moderator. Meski demikian, proses ini juga dapat dilakukan secara individual.

Jadi berdasarkan pelakunya, brainstorming dibagi menjadi dua, yaitu individual brainstorming dan group brainstorming. Namun, berdasarkan cara melakukannya, brainstorming dibedakan menjadi beberapa jenis, contohnya:

1. Visual Brainstorming

Visual Brainstorming

Di era modern ini, anggota sebuah tim tidak perlu bertemu dalam satu ruangan untuk melakukan brainstorming. Kini proses tersebut dapat dilakukan secara virtual dengan bantuan aplikasi tertentu dan tentu saja sambungan internet. Brainstorming ini disebut visual brainstorming.

Jenis brainstorming ini sangat berguna bagi sebuah tim yang sedang menghadapi masalah darurat, namun tidak semua anggotanya dapat bertemu secara langsung. Melalui visual brainstorming, masalah dapat dengan cepat diselesaikan tanpa harus bertemu.

2. Rolestorming

Rolestorming

Rolestorming merupakan salah satu jenis brainstorming yang mengharuskan para pelakunya untuk memainkan peran atau role tertentu. Contoh peran tersebut adalah pelanggan, boss, distributor, dan supplier.

Dengan demikian, anggota tim yang melakukan brainstorming harus berpikir seperti orang yang mereka perankan. Rolestorming ini memungkinkan tim untuk mendapat gagasan dari berbagai sudut pandang sehingga masalah dapat diselesaikan dengan solusi yang paling baik.

3. Brainwriting

Brainwriting

Dalam melakukan jenis brainstorming ini, para anggota diskusi diminta untuk menuliskan gagasan mereka pada selembar kertas lalu mengumpulkannya pada moderator. Ketika menuliskan gagasan tersebut, mereka tidak perlu menuliskan namanya.

Dengan demikian, cara ini cocok bagi anggota tim yang memiliki sifat tertutup atau pemalu dalam menyampaikan ide. Setelah gagasan dikumpulkan, moderator akan membagikan tulisan ide tersebut secara acak dan penerima harus menambahkan ide lain.

Kemudian, tulisan ide tersebut dikumpulkan kembali. Selanjutnya, moderator bersama para peserta akan membahas masing-masing tulisan tersebut dan memutuskan mana gagasan yang paling baik dan perlu diambil untuk menyelesaikan masalah.

Penggunaan Brainstorming

Penggunaan Brainstorming

Penggunaan brainstorming tidak hanya dilakukan dalam bidang bisnis atau keorganisasian saja. Akan tetapi, brainstorming juga dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Brainstorming dalam proses pembelajaran dapat membantu siswa untuk berpikir lebih kritis dan kreatif.

Curah pendapat tersebut juga dapat membantu siswa untuk lebih berani dan lebih percaya diri dalam mengutarakan gagasan. Prinsip pelaksanaan brainstorming dalam proses belajar sama seperti prinsip brainstorming pada umumnya.

Brainstorming adalah sebuah tool dan bagian dari sesuatu yang lebih besar. Ketika proses brainstorming selesai dilakukan, para anggota diskusi tidak lantas berhenti bekerja. Namun, mereka perlu mengimplementasikan gagasan yang telah dipilih untuk mengatasi masalah yang mereka hadapi.

Baca Juga:

Tinggalkan komentar