Pengertian Desain Grafis, Jenis, Prinsip dan Elemennya

Di era digital ini, kebutuhan akan jasa desain grafis semakin meningkat. Hal itu karena kebutuhan manusia akan komunikasi visual semakin tinggi. Desain grafis adalah salah satu jenis commercial art yang memiliki peranan penting dalam branding dan banyak tujuan bisnis lainnya.

Pengertian Desain Grafis

Pengertian Desain Grafis

Apakah yang dimaksud dengan desain grafis? Menurut wikipedia.org, desain grafis adalah proses komunikasi yang memanfaatkan elemen visual, misalnya fotografi, ilustrasi, dan tipografi yang bertujuan untuk menciptakan persepsi dari pesan yang disampaikan.

Dengan kata lain, desain grafis merupakan komunikasi visual yang menggabungkan gambar, teks, dan foto untuk mengemukakan gagasan. Komunikasi visual sudah dilakukan sejak ribuan tahun yang lalu ketika manusia belum mengenal aksara.

Selanjutnya, pada akhir 1800-an, buku-buku yang menampilkan karya desain grafis mulai dipublikasikan. Namun, kata desain grafis sendiri baru digunakan pada awal tahun 1900-an. Karya desain grafis pada waktu itu biasanya hanya digunakan pada poster, kain, perangkat teater, menu, dan perabot.

Selanjutnya, komunikasi visual pun mulai digunakan dalam bidang iklan karena budaya konsumerisme semakin berkembang. Selain itu seiring dengan berkembangnya teknologi, ilmu desain grafis juga banyak berkembang dan penggunaannya tidak terbatas pada media cetak, namun juga media elektronik.

Saat ini, para desainer grafis dapat menciptakan karya-karya menarik dengan bantuan berbagai aplikasi atau software. Beberapa software dan aplikasi tersebut adalah Adobe Photoshop, CorelDraw, dan Canva.

Jenis Desain Grafis

Desain grafis dibagi dalam beberapa jenis. Jenis desain grafis tersebut adalah sebagai berikut.

1. Desain Grafis Antar Muka

Desain Grafis Antar Muka

User interface design atau desain grafis antar muka menitik beratkan pada pembuatan tata letak, gambar, serta element software, website, aplikasi, formulir, game dan lain sebagainya.

Prinsip utama dari pembuatan desain grafis tersebut adalah menciptakan desain antar muka yang mudah dipahami dan interaktif. Dengan demikian, para pengguna baru dari perangkat atau aplikasi tersebut dapat dengan mudah mengoperasikannya.

Desain grafis antar muka juga bertujuan untuk membuat tampilan antar muka suatu perangkat nampak lebih menarik melalui desain mikro interaksi, tombol, dan menu. Sehingga, para pengguna perangkat tersebut memperoleh pengalaman visual yang lebih baik.

2. Desain Grafis Identitas Visual

Desain Grafis Identitas Visual

Setiap perusahaan atau organisasi membutuhkan identitas untuk membedakan diri mereka dari perusahaan dan organisasi lain. Untuk menunjukkan identitas ini, mereka membutuhkan desain grafis identitas visual.

Bentuk identitas tersebut dapat berupa logo perusahaan, template, dan desain tema untuk event tertentu. Semua bentuk identitas tersebut harus memiliki keunikan, ciri khas, dan menggambarkan kepribadian serta karakteristik perusahaan atau organisasi tersebut.

3. Desain Grafis Publikasi

Desain Grafis Publikasi

Jenis desain grafis ini berfokus pada pembuatan komposisi desain media cetak, misalnya katalog, koran, newsletter serta majalah. Dalam pembuatan desain ini, desainer grafis bekerja sama dengan penerbit dan editor.

Prinsip pembuatan desain grafis publikasi adalah memberikan pengalaman visual yang lebih baik kepada para pembaca media cetak dengan cara mengatur tata letak dan tipografi. Di era digital ini, wujud desain grafis publikasi ada dalam bentuk cetak maupun digital.

4. Desain Grafis Pemasaran dan Periklanan

Desain Grafis Pemasaran dan Periklanan

Seperti namanya, jenis desain grafis ini berkaitan erat dengan pembuatan promosi dan iklan yang menarik dan persuasif. Iklan dalam bentuk konten visual ini contohnya banner, brosur, billboard, dan flyer digital maupun cetak.

Iklan tersebut tidak hanya harus menarik dan persuasif, namun juga harus menggambarkan brand yang diwakili dengan akurat. Desainer biasanya akan menggunakan berbagai elemen dalam menciptakan iklan ini, misalnya warna, bentuk, gambar, logo, dan teks.

Semua elemen tersebut harus dapat mengkomunikasikan kelebihan dari brand atau produk yang diiklankan. Dengan demikian, orang yang melihatnya akan tertarik untuk menggunakan produk tersebut.

5. Motion Grafis

Motion Grafis

Motion grafis bisa dikatakan sebagai jenis desain grafis yang cukup baru dan perkembangannya sangat pesat. Desain grafis ini menggabungkan banyak elemen, misalnya audio, video, animasi, teks, dan citra visual.

Jenis desain grafis tersebut memiliki cakupan yang sangat luas, mulai dari video game, periklanan, hiburan, aplikasi, situs website, sampai animasi.

6. Desain Kemasan

Desain Kemasan

Kemasan memiliki peranan penting dalam pemasaran dan penjualan suatu produk. Produk yang memiliki kemasan menarik cenderung lebih disukai oleh para konsumen.

Untuk menciptakan kemasan yang baik dan menarik, pelaku bisnis perlu bantuan desainer grafis terutama yang ahli dalam desain kemasan atau packaging. Fokus pengembangan desain kemasan ada pada konsep, pembuatan file kemasan siap cetak, dan pengembangan market.

7. Desain Grafis Seni dan Ilustrasi

Desain Grafis Seni dan Ilustrasi

Desain grafis seni dan ilustrasi berkaitan dengan pembuatan komposisi atau seni untuk tujuan komunikasi. Contoh pengaplikasian jenis desain grafis ini adalah desain kaos, animasi, pola kain, novel grafis, gambar stock, dan fotografi.

8. Grafis Lingkungan

Grafis Lingkungan

Jenis desain grafis ini berkaitan erat dengan komunikasi visual kepada audiens di lingkungan tertentu, misalnya di transportasi umum, desain interior, dan merek kantor. Sehingga, desainer harus memiliki kemampuan untuk meningkatkan pengalaman visual di berbagai lingkungan.

Prinsip Desain Grafis

Prinsip Desain Grafis

Terdapat 5 prinsip utama desain grafis yang harus selalu diingat oleh para desainer. Prinsip tersebut adalah:

  • Penekanan: Desain harus memiliki sesuatu yang ditonjolkan.
  • Keseimbangan: Semua elemen desain, misalnya warna, ilustrasi, dan teks harus terlihat seimbang atau tidak berat sebelah.
  • Ritme: Desain memiliki pengulangan elemen yang berirama atau konsisten.
  • Proporsi: Elemen-elemen desain harus memiliki perbandingan ukuran yang tepat.
  • Kesatuan: Semua elemen harus terlihat padu dan menyatu.

Elemen Desain Grafis

Elemen Desain Grafis

Secara umum, desain grafis memiliki elemen berupa:

  • Garis
  • Titik
  • Warna
  • Bentuk
  • Ruang
  • Tekstur
  • Bidang

Desain grafis adalah ilmu yang membutuhkan berbagai jenis keterampilan dalam pengaplikasiannya, misalnya seni visual, keahlian tipografi, penguasaan software, pembuatan sketsa, dan banyak lagi. Jadi, tak heran jika para desainer memperoleh gaji tinggi.

Tinggalkan komentar