Mengenal Scanner, Komponen, Jenis dan Cara Kerjanya

Penemuan manusia di bidang teknologi seperti tidak ada habisnya. Terdapat banyak sekali alat yang ditemukan untuk mempermudah pekerjaan, salah satunya scanner. Scanner adalah alat yang termasuk dalam perangkat input komputer.

Alat ini biasa dijumpai di kantor atau tempat fotokopi. Seperti namanya, fungsinya untuk scan atau memindai dokumen. Baca penjelasan di bawah ini untuk mengetahui sejarah, cara kerja, dan informasi lainnya.

Sejarah Scanner

Sejarah Scanner

Alat ini pertama kali dikembangkan pada 1975. Kala itu ada tim peneliti yang dipimpin Ray Kurzweil membangun software Omni-Font OCR Technology dan alat Kurzweil Reading Machine. Kombinasi keduanya berguna untuk mengenali teks dari dokumen fisik dan menerjemahkannya menjadi data.

Sejak penemuan pertama kali itu, scanner terus mengalami perkembangan. Hingga saat ini sudah bisa dipakai untuk scan film negatif dan objek 3D. Bentuk serta ukurannya pun beragam, umumnya ukurannya semakin mengecil dari waktu ke waktu.

Beberapa brand elektronik besar yang memiliki produk ini antara lain Lexmark, Fujitsu, Samsung, Panasonic, UMAX, EPSON, HP, dan Canon. Selain merek-merek besar tersebut, masih banyak juga merek lain yang punya produk serupa.

Penemuan ini memiliki kaitan erat dengan perkembangan teknologi di bidang optical machine, fotokopi, dan fotografi. Seorang bernama Robert S. Ledley menemukan CT Scanner untuk memindai tubuh manusia pada 1943.

Alat itu diberi nama Automatic Computerized Transverse Axial atau ACTA. Hingga kini, penemuan tersebut masih digunakan dan terus dikembangkan agar fungsinya bisa lebih banyak dan hasil scan akurat.

Fungsi dan Manfaat Scanner

Sudah disebutkan bahwa scanner memiliki fungsi utama untuk pemindaian dokumen. Selain fungsi tersebut, masih ada beberapa manfaat lainnya seperti yang akan dijelaskan berikut ini.

1. Menyalin File

Menyalin File

Fungsi yang pertama yaitu membuat salinan file. Hal ini dilakukan untuk membuat back up apabila sebuah file hilang atau rusak secara fisik. Pembuatan salinan ini biasa dilakukan untuk dokumen dan foto penting.

2. Dokumentasi

Dokumentasi

Dokumen yang penting biasanya didokumentasikan untuk keperluan pemilik atau pengelola file. Salah satu metode yang populer untuk mendokumentasikan dokumen yaitu menggunakan scanner.

3. Pengelolaan File

Pengelolaan File

Pengelolaan file fisik cukup memakan waktu dan tenaga. Risiko file terbuang atau terselip juga lebih besar. Oleh sebab itu, beberapa dokumen biasanya discan agar bisa dikelola lebih mudah. Ketika sewaktu-waktu dokumen tersebut diperlukan, versi digitalnya sudah siap.

4. Pengamanan File

Pengamanan File

Manfaat terakhir adalah mengamankan file. File fisik bisa diubah oleh pihak mana pun secara ilegal. Untuk mencegah hal ini terjadi, dokumen biasanya discan. File dokumen digital tersebut dijadikan pengaman atau acuan untuk dokumen fisiknya.

Komponen Penyusun Scanner

Scanner terdiri dari beberapa komponen penyusun, berikut rinciannya.

1. Alas Kaca

Alas Kaca

Bagian ini digunakan untuk meletakkan gambar atau dokumen yang akan dipindai.

2. Pemancar Cahaya

Pemancar Cahaya

Pemancar cahaya yang umumnya dipakai dalam scanner memiliki intensitas cahaya tinggi. Cahaya ini diarahkan ke dokumen atau gambar yang sudah diletakkan di alas kaca.

3. Sensor Pantulan Sinar

Sensor Pantulan Sinar

Sensor yang paling sering digunakan pada scanner adalah charge coupled devices (CCD). Fungsi perangkat ini sama seperti mata manusia yaitu menerima dan membaca pantulan sinar dari gambar yang mengarah ke sensor.

Untuk mengarahkan cahaya pantulan tersebut diperlukan lensa scanner dan sejumlah cermin yang diposisikan sedemikian rupa.

4. Meter Stepper dan Pita Bergerigi

Meter Stepper dan Pita Bergerigi

Dua alat ini saling terhubung untuk menggerakkan lampu serta CCD ketika sedang memindai dokumen.

5. Penutup

Penutup

Fungsi penutup yaitu menghalangi sinar dari luar scanner agar tidak masuk. Jika ada sinar yang masuk, hasil pemindaian akan terganggu karena CCD tidak hanya membaca pantulan dari dokumen.

Cara Kerja Scanner

Cara Kerja Scanner

Sebagian besar orang berpikir bahwa cara kerja alat ini sangat sederhana, hanya membaca file kemudian membuat salinannya dalam bentuk digital. Ternyata cara kerja pemindai tidak sesederhana itu, simak penjelasan ini untuk memahaminya.

  • Dokumen yang akan discan ditaruh di atas permukaan kaca pemindai dan menghadap ke bagian tersebut.
  • Komputer akan menentukan seberapa jauh motor stepper membawa sumber cahaya. Jarak ini disesuaikan dengan posisi gambar di kaca pemindai dan panjangnya.
  • Scanhead melakukan gerakan pemindaian dengan cara menangkap cahaya yang dicerminkan pada area yang discan. Ketelitian scanhead mencapai 1/90.000 inci.
  • Sumber cahaya mulai hidup dan motor stepper mulai berputar menggerakkan lampu hingga posisinya tepat berada di bagian atas dokumen.
  • Sinar yang dipancarkan pada dokumen segera dipantulkan ke area kosong berwarna putih. Setelah itu, pantulan diteruskan menuju lensa scanner oleh beberapa cermin.
  • Pantulan cahaya bergerak menjuju sensor CCD untuk dilakukan pengukuran intensitas cahaya serta panjang gelombang. CCD mengubahnya menjadi sinyal listrik analog.
  • ADC mengubah sinyal listrik analog menjadi digital.
  • Sinyal digital dikirim ke logic board kemudian diteruskan ke komputer dalam bentuk gambar.

Jenis Scanner

Jika mencari di pasaran, Anda akan menemukan 3 jenis ini.

1. Flatbed Scanner

Flatbed Scanner

Flatbed merupakan jenis alat pemindai yang paling banyak dijumpai dan digunakan di kantor atau rumah. Ukurannya cukup ringkas, hanya sebesar kertas folio. Alat ini bisa dikatakan sebagai mesin fotokopi versi mini.

2. Print Scan Copy (PSC)

Print Scan Copy (PSC)

Alat ini biasa disebut mesin fotokopi. Ada beberapa fungsi dari Print Scan Copy (PSC) antara lain dapat menjadi scanner, fotokopi, dan printer. Mesin ini biasa dipakai di kantor atau rumah-rumah karena memiliki banyak fungsi dan harga belinya tidak terlalu tinggi.

3. Handy Scanner

Handy Scanner

Seperti namanya, alat ini punya bentuk yang lebih kecil dibandingkan PSC atau flatbed. Bahkan alat ini bisa muat dalam genggaman tangan. Biasanya, handy scanner bisa dijumpai di supermarket untuk membaca barcode produk.

Ada juga yang berfungsi untuk memindai dokumen fisik untuk menjadi dokumen digital yang berukuran kecil. Biasanya perangkat ini dihubungkan dengan smartphone.

Cara Menggunakan Scanner

Cara Menggunakan Scanner

Berikut ini tutorial menggunakan scanner untuk memindai dokumen.

  • Pertama, hubungkan scanner dan komputer menggunakan kabel USB. Pastikan keduanya dalam kondisi aktif.
  • Install driver scanner tersebut.
  • Siapkan dokumen atau foto yang akan discan.
  • Buka tutup scanner kemudian letakkan dokumen dengan posisi permukaan yang akan discan menghadap ke bawah.
  • Tutup kembali penutup scanner.
  • Buka program pengolah gambar, kali ini yang digunakan adalah Photoshop.
  • Setelah itu, klik menu File dan pilih Import.
  • Klik Mikrotek atau nama perangkat scanner yang sesuai.
  • Klik Preview.
  • Hasil scan akan tampil di bagian halaman kerja.
  • Anda bisa menyesuaikannya dengan melakukan crop atau proses edit lainnya.
  • Jika ingin menyimpan hasil scan, klik menu File dan pilih Save.
  • Beri nama file dan temukan jenis file yang diinginkan. Klik Save.

Scanner adalah salah satu hardware komputer yang keberadaannya tidak wajib ada. Anda bisa membelinya jika memang benar-benar membutuhkan. Jika hanya membutuhkannya sesekali, Anda bisa pergi ke penyedia jasa fotokopi untuk scan dokumen.

Tinggalkan komentar