Penjelasan Teori Warna, Warna Primer, Sekunder dan Tersier

Salah satu unsur yang cukup penting dalam dunia desain adalah warna. Tidak sembarang warna bisa Anda pilih agar desain menjadi lebih hidup dan memiliki pesan yang kuat. Agar tidak salah dalam menentukan warna dalam setiap desain yang dibuat, kita harus tahu tentang teori warna.

Dengan memahami teori warna, kita akan tahu bagaimana menggunakan warna untuk tujuan-tujuan tertentu. Hal itu dikarenakan setiap warna memiliki nuansa tertentu saat diproses oleh otak manusia. Secara khusus, artikel ini akan membahas perihal teori tentang warna.

Teori Warna

Dengan memahami teori tentang warna, Anda akan lebih mudah dalam memadukan beberapa unsur warna dan juga mengetahui mana saja yang termasuk warna-warna primer dan mana saja yang merupakan warna turunan.

Apa Itu Teori Warna

Teori warna atau dalam bahasa Inggris berarti color theory merupakan sebuah pedoman dalam menggunakan unsur-unsur warna dalam berbagai hal, seperti desain, dekorasi, lukisan, dll. Hal ini berkaitan dengan bagaimana manusia memiliki persepsi tentang warna itu sendiri.

Warna sendiri bisa diartikan sebagai sensasi tertentu yang dirasakan oleh otak manusia ketika suatu cahaya ditangkap oleh mata. Warna juga diartikan sebagai sebuah spektrum yang ada pada cahaya sempurna yang identitasnya ditentukan pada panjang gelombang cahaya tersebut.

Lebih lanjut, teori tentang warna menyimpulkan adanya 3 kategori warna yang terdiri dari warna primer, warna sekunder, dan warna tersier. Ketiga kategori tersebut atas dasar penemuan Sir Isaac Newton tentang Roda Warna pada tahun 1666 yang lalu.

Roda Warna

Ketiga kategori warna yang dirumuskan oleh Sir Isaac Newton menyatakan adanya proses pencampuran warna yang dilakukan antara warna satu dengan warna lainnya. Berikut akan dijelaskan secara lebih rinci:

1. Warna Primer

Warna Primer

Warna primer adalah kategori warna yang tidak bisa dihasilkan dari pencampuran warna apapun. Artinya, warna primer merupakan warna dasar dari semua warna yang ada. Warna yang termasuk ke dalam kategori warna primer antara lain merah, biru, dan kuning.

2. Warna Sekunder

Warna Sekunder

Proses pencampuran antara 2 warna primer akan menghasilkan warna baru yang disebut dengan warna sekunder. Beberapa contoh warna sekunder di antaranya:

  • Oranye – Gabungan warna merah dengan kuning.
  • Hijau – Gabungan warna kuning dengan biru.
  • Ungu – Gabungan warna biru dengan merah.

 

3. Warna Tersier

Warna Tersier

Sementara warna tersier adalah warna yang dihasilkan dari proses pencampuran antara warna primer dengan warna sekunder.

Baca Juga:

Arti Warna

Dalam teori warna juga dibahas tentang arti warna yang menyatakan bahwa setiap warna memiliki persepsi di benak manusia. Artinya, suasana hati, emosi, serta perilaku manusia bisa digambarkan lewat unsur-unsur di dalam warna.

Hal ini menjadi bukti bahwa mempelajari warna merupakan hal yang penting, terlebih bagi mereka yang sedang melakukan branding pada bisnis atau campaign yang sedang dijalankan. Dengan memainkan unsur-unsur warna di dalamnya, kita akan jadi lebih dekat dengan orang yang dituju.

Beberapa unsur warna dan suasana hati atau perasaan yang diwakilinya bisa dilihat pada ulasan berikut ini:

1. Merah

Merah

Warna merah memiliki nuansa penuh energi, kehangatan, rasa cinta, agresi, dan juga nafsu. Sangat cocok digunakan untuk menimbulkan perasaan sayang, atau melecut semangat. Warna ini juga bisa menggambarkan amarah yang tinggi.

2. Biru

Biru

Warna biru termasuk ke dalam warna dingin yang menggambarkan ketenangan, kesejukan, profesional, kepercayaan, dll.

3. Hijau

Hijau

Warna hijau sangat merepresentasikan tentang alam sehingga sangat cocok digunakan sebagai warna yang menenangkan, sejuk, memberi kedamaian. Beri stimulus dengan hal-hal bernuansa hijau sangat baik diberikan kepada mereka yang sedang mengalami tekanan.

4. Pink

Pink

Warna pink memberi kesan rasa cinta dan romantisme. Sangat identik dengan sisi feminim dari seseorang. Biasanya warna ini digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan kasih sayang kepada pasangan.

Dengan mempelajari teori warna, kita dapat membuat paduan warna yang menarik. Secara psikologi, Anda bisa menggunakan warna-warna khusus yang menggambarkan suasana hati, sehingga pesan tersampaikan dengan baik.

Baca Juga:

Tinggalkan komentar